Perjalanan Hidup Wage Mulyono

20160430_190144-1[1]

Wage Mulyono atau yang lebih dikenal dengan Pak Mulyono adalah seorang Direktur Utama Garuda, sejak tahun 1992 sampai tiba masa pensiunnya pada tahun 1995. Banyak orang yang tidak mengenal dengan sosok Pak Mulyono ini.

Manusia

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Begitu pun dengan sosok Pak Mulyono.  Hidup Pak Mulyono kecil sempat berpindah-pindah mengikuti tugas yang diemban oleh ayahnya sebagai penilik jalan. Masa sekolahnya ia tempuh di Wangon dan Gombong, pendidikan sekolah pertamanya sempat tertunda karena adanya agresi militer yang dilancarkan tentara kolonial Belanda. Lulus dari SMP di Gombong, Pak Mulyono masuk ke SMA 8 Yogyakarta. Lulus SMA Pak Mulyono sempat ingin kuliah di FKUI tetapi malah terdampar di Fakultas Ekonominya. Disana, ia kuliah selama 2 tahun sebelum akhirnya masuk ke AURI agar dapat bersekolah gratis. Setelah menjadi penerbang transport di Skuadron 2, kepiawaiannya membawa pesawat transport mengantar Pak Mulyono menjadi penerbang Skuadron 17/VIP/VVIP. Ia dipercaya menjadi pilot kepresidenan dan kemudian juga menjadi Komandan Skuadron 17. Lepas dari sana, Mulyono diangkat menjadi ajudan Presiden Soeharto dan kemudian menempuh pendidikan di Seskoau. Setelah itu mulailah Pak Mulyono berkarir di jalur sipil. Ia diminta Presiden Soeharto untuk masuk ke Pelita Air Service, mulai sebagai penerbang sampai akhirnya menjadi direktur utamanya. Di bawah kepemimpinan Pak Mulyono, Pelita mengalami kemajuan yang luar biasa. Dari pelita, Mulyono diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Direktur Utama Garuda, sejak 1992 samapai tiba masa pensiunnya pada tahun 1995.

Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia  terbagi atas beberapa kriteria diantaranya makhluk ekonomi, makhluk sosial, makhluk politik, makhluk budaya dan lain sebagainya.

Pak Mulyono sebagai makhluk ekonomi memiliki pekerjaan sebagai penerbang sampai akhirnya menjadi direktur utama Garuda. Sebagai makhluk sosial, Pak Mulyono merupakan sosok yang mudah beradaptasi di lingkungan sosial. Dilihat ketika Pak Mulyono menapakan karirnya di AURI bahkan ketika menjadi ajudan Presiden Soeharto.

Hakekat Manusia

Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya kongkrit tetapi tidak abadi. Tubuh Pak Mulyono yang dahulu kuat mengemban tugas, sekarang telah hancur dan lenyap tak bersisa. Pada tanggal 30 Januari 2012 jiwa Pak Mulyono lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan. Walaupun tubuhnya sudah tak bersisa tetapi karyanya masih diingat.

Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Pak Mulyono mampu menjadi Direktur Utama Garuda, ia berhasil menciptakan Pelita Air Service Mandiri.

Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

  1. Perasaan Intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Perasaan ini tertanam di diri Pak Mulyono, dia rela merantau ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan beliau rela melapaskan kuliahnya demi sekolah gratis di AURI dan jadi penerbang.
  2. Perasaan Estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan. Pak Mulyono berhasil sebagai penerbang transport di Skuadron 2, kepiawaiannya menjadikan Pak Mulyono sebagai pilot pesawat kepresidenan.
  3. Perasaan Etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Pak Mulyono adalah pribadi yang tegas tetapi beliau sangat baik dengan kawan-kawannya. Walaupun ketika itu ada teman Pak Mulyono yang kurang baik tetapi Pak Mulyono masih membantunya.
  4. Perasaan Diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Persaan ini terlihat ketika Pak Mulyono menjadi pemimpin di Pelita. Ketika ada kru yang ia kenal dekat melakukan kesalahan, Pak Mulyono tak segan-segan mengeluarkan sanksinya.
  5. Perasaan Sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. Persaan ini terlihat ketika Pak Mulyono membantu kawannya ketika usahanya gagal.
  6. Perasaan Religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama. Walaupun menjabat sebagai Direktur Ulama Garuda, beliau adalah orang yang alim dan selalu menjalankan perintah agamanya.

Demikian singkat cerita perjalanan hidup dari Wage Mulyono.

Sumber:Abriyanto, M, dkk. 2004. Menghias Cakrawala Indonesia: Biografi Wage Mulyono. Jakarta: Q-Communication

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s