PERDUKUNAN DALAM GLOBALISASI

Praktek perdukunan sudah ada sejak zaman animisme dan dinamisme. Praktek perdukunan sudah merupakan rahasia umum yang dipercayai sebagian orang-orang, yang tidak tahan di dalam menghadapi rintangan rintangan hidup atau tidak memiliki kepercayaan diri, menatap kenyataan-kenyataaan yang telah terjadi. Di daerah-daerah terpencil yang masih jauh dari jangkauan teknologi sangat banyak penduduknya yang melakukan ilmu perdukunan. Mereka mempercayai kekuatan mistis yang didapatkan dengan berbagai cara. Dari kekuatan gaib yang mereka dapatkan, mereka memiliki kemampuan untuk mengobati, mengetahui nasib ke depan seseorang, merubah nasib, memasangkan suatu jimat yang dapat mengabulkan keinginan si peminta, melipat gandakan harta, bahkan mereka dapat mencelakaan seseorang.

Menurut saya perdukunan di dalam globalisasi semakin menjadi ,seperti berita eyang subur yang dibicarakan media massa akhir-akhir ini. Banyak artis artis ternama yang terlibat kasus dengan eyang subur. Pasti banyak bertanya untuk apa mereka berguru spiritual seperti itu? Mungkin mereka melakukan kegiatan seperti itu untuk menjadi sukses atau lebih sukses. Mungkin mereka tahu bahwa kegiatan seperti itu adalah musyrik atau dilarang oleh agama. Rata-rata orang yang seperti adalah orang yang imannya masih lemah dan kurang mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita ingin menjadi orang yang sukses kita harus usaha dan berdoa, selebihnya berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s