Cinta Kasih, Keindahan, dan Penderitaan Wage Mulyono

Manusia dan Cinta Kasih

A. Pengertian Cinta Kasih

Cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan. Cinta memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, sebab cinta merupakan landasan dalam kehidupan perkawinan, pembentukan keluarga, dana pemeliharaan anak, hubungan yang erat di masyarakat dan hubungan manusiawi yang akrab.

Tentu saja sebagai manusia, Pak Mulyono pernah merasakan cinta kasih kepada anak-istrinya, keluarga, kerabat dan kepada tuhannya. Dibalik sosok yang tegas, Pak Mulyono sangat meluangkan waktunya untuk keluarga dan cinta kepada Allah ditunjukan dengan selalu taat terhadap perintah-Nya.

B. Cinta Menurut Ajaran agama

Dalam kehidupan manusia, cinta menampakkan diri dalam berbagai bentuk. Kadang-kadang seseorang mencintai dirinya sendiri. Kadang-kadang mencintai orang lain. Atau juga istri dan anaknya, hartanya, atau Allah dan Rasullnya.

Cinta diri

Cinta diri erat kaitannya dengan dorongan menjaga diri. Manusia senang untuk tetap hidup, mengembangkan potensi dirinya, dan mengaktualisasikan diri. Cinta diri yang ada pada diri Pak Mulyono ketika ia mengembangkan potensinya. Hidup Pak Mulyono kecil sempat berpindah-pindah mengikuti tugas yang diemban oleh ayahnya sebagai penilik jalan. Masa sekolahnya ia tempuh di Wangon dan Gombong, pendidikan sekolah pertamanya sempat tertunda karena adanya agresi militer yang dilancarkan tentara kolonial Belanda. Lulus dari SMP di Gombong, Pak Mulyono masuk ke SMA 8 Yogyakarta. Lulus SMA Pak Mulyono sempat ingin kuliah di FKUI tetapi malah terdampar di Fakultas Ekonominya. Disana, ia kuliah selama 2 tahun sebelum akhirnya masuk ke AURI agar dapat bersekolah gratis. Setelah menjadi penerbang transport di Skuadron 2, kepiawaiannya membawa pesawat transport mengantar Pak Mulyono menjadi penerbang Skuadron 17/VIP/VVIP. Ia dipercaya menjadi pilot kepresidenan dan kemudian juga menjadi Komandan Skuadron 17. Lepas dari sana, Mulyono diangkat menjadi ajudan Presiden Soeharto dan kemudian menempuh pendidikan di Seskoau. Setelah itu mulailah Pak Mulyono berkarir di jalur sipil. Ia diminta Presiden Soeharto untuk masuk ke Pelita Air Service, mulai sebagai penerbang sampai akhirnya menjadi direktur utamanya. Di bawah kepemimpinan Pak Mulyono, Pelita mengalami kemajuan yang luar biasa. Pension dari AURI pada tahun 1989. Pak Mulyono diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Direktur Utama Garuda, sejak 1992 sampai tiba masa pensiunnya pada tahun 1995.

Cinta kepada sesama manusia

Agar manusia dapat hidup dengan penuh keserasian dan keharmonisan dengan manusia lainnya., tidak boleh tidak ia harus membatasi cintanya pada diri sendiri dan egoismenya. Di mata kawannya Rizwan Halim, pak Mulyono adalah pribadi yang sangat baik. Beliau suka menolong kawan. Suatu ketika, Pak Rizwan mempunyai teman dan teman itu sebenarnya pernah bekerjasama juga dengan Pak Mulyono. Suatu saat teman ini usahanya ambruk dan hal itu Pak Rizwan ceritakan kepada Pak Mulyono. Pak Mulyono langsung pesan untuk menyuruh temannya itu dating menemuinya. Padahal teman ini pernah menjalin hubungan kerja yang kurang baik dengan Pak Mulyono. Dari situlah terlihat peri kemanusiaan Pak Mulyono cukup kuat.

Cinta seksual

Cinta erat kaitannya dengan seksual. Sebab ialah yang bekerja dalam melastarikan kasih sayang, keserasian dan kerjasama antara suami dan istri.

Pak Mulyono menikah di Yogyakarta pada tanggal 10 Agustus 1962 dengan Sri wanita keturunan darah biru.sejak saat itu mereka menjadi pasangan suami-istri. Lima tahun setelah menikah mereka dikarunia dua anak (1967 dan 1969).

Cinta kebapakan

Para ahli ilmu jiwa  modern berpendapat bahwa dorongan kebapakan bukanlah dorangan fisiologis melainkan dorongan psikis. Dorongan ini Nampak jelas dalam cinta bapak kepada anak-anaknya, karena mereka sumber kesenangan dan kegembiraan baginya, sumber kekuatan dan kebanggaan dan merupakan factor penting bagi kelangsungan peran bapak dan kehidupan dan tetap terkenangnya dia setelah meninggal dunia.

Cinta kasih Pak Mulyono kepada anak-anaknya terlihat dari kedisiplinan belajar kedua putrid kesayangannya yang selalu dipantau hingga memasuki perguruan tinggi. Untuk soal pendidikan anak-anaknya, Pak Mulyono enggan untuk menunda mengurusnya. Dari kedisplinan itu lah anak-anak Pak Mulyono menjadi orang yang suskes.

Cinta kepada Allah

Puncak cinta manusia, yang paling bening, jernih dan spiritual ialah cintanya kepada Allah dan kerinduannya.

Pak Mulyono adalah sosok yang alim yang tidak pernah meninggalkan perintahNya. Ketika beliau rindu dengan alm ibundanya, beliau selalu mengirimkan doa untuknya.

C. Kasih Sayang

Kasih sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua.

Kasih sayang Pak Mulyono terlihat ketika beliau bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan anak-anak dan istrinya. Selain itu beliau meinta istrinya untuk menjaga dan merawat anak-anaknya. Di celah kesibukannya, beliau menyempatkan waktu mengajari anak-anaknya ketika sedang belajar.

===============================

Manusia dan Keindahan

A. Keindahan

Keindahan adalahn identik dengan kebenaran. Keduanya mempunyai niali yang sama yaitu abadi dan mempunyai daya tarik yang selalu bertambah. Di samping itu terdapat pula perbedaan menurut luasnya pengertian, yakni:

Keindahan dalam arti luas merupakan pengertian semula dari bangsa Yunani dulu didalamnya tercakup pula kebaikan.

Tinggal di daerah tepi pantai dengan lingkungan alam yang indah, Pak Mulyono menghabiskan masa kanak-kanaknya. Beliau sangat piawai dalam menangkap belut dan ikan.

Keindahan moral Pak Mulyono tercermin dari sikapnya yang baik dan loyal kepada kawan-kawannya. Keindahan intelektual terlihat dari karyanya menciptakan Pelita Air service Mandiri.

B. Renungan

Renungan berasal dari kata renung yang artinya diam-diam memikirkan sesuatu atau mmikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung. Dalam merenung untuk akan tercipta seni.  Sebuah renungan ketika Pak Mulyono masuk AURI

Kalau ibu pilih menantu

Pilihlah dia sersan mayorku

Dia idaman pujaan hatiku

Juru terbang angakatan udara negaraku

Alangkah gagahnya miring topinya

Aku namakan dia burung garuda yang istimewa

Alangkah gagahnya sopan santunnya

Aku namakan dia si Gatot Kaca yang istimewa

===============================

Manusia dan Penderitaan

Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra yang artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau lahir batin.

Terlahir sebagai keluarga biasa-biasa, Pak Mulyono muda memiliki mimpi ingin menjadi seorang dokter. Melihat beban keluarganya yang begitu berat dari sisi ekonomi maka Pak Mulyono banting kemudi untuk bekerja saja. Ia mencoba meredam egonya, tapi sebaliknya berpikir jauh kedepan, bagaimana dapat belajar sekaligus bekerja demi keluarga besarnya sekaligus dirinya. Tekad inilah yang membuat ia harus bekerja di Departemen Luar Negeri. Di tempat ini, Pak Mulyono ternyata hanya memperoleh uang tapi mendapatkan ilmu hanya sedikit. Dari situ Pak Mulyono memutar otak lagi untuk mendapatkan keduanya. Makanya, ia tidak langsung give up dengan nasib yang dilakoninya. Sampailah kemudian garis tangan Pak Mulyono di AURI untuk melamar sebagai penerbang dan diterima.

Penderitaan dan Perjuangan

Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik secara berat maupun ringan. Penderitaan adalah bagian dari kehidupan manusia yang bersifat kodrati.

Perubahan nasib Pak Mulyono dilakoni apa danya. Padahal jika ia memilih jalur kampus, Pak Mulyono kelak terkesan sebagai seorang priyayi. Tapi ia justru berbelok kea rah pendidikan yang keras yaitu jalur militer. Di sini jiwanya terbentuk sebagai pemuda yang memiliki disiplin serta loyalitas. Modal ini yang di bawanya secara apa adanya dalam menapak karirnya di AURI sebagai penerbang di Skuadron 2 Transport dan Skuadron 17/VIP, bahkan hingga di posisi penting lainnya. Hingga ia mendapat kehormatan sangat tinggi dipercayakan sebagai ajudan presiden.

Pengaruh Penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif.

Dari penderitaan yang suah dijelaskan diatas menghantarkan Pak Mulyono menjadi ajudan Presiden Soeharto dan kemudian menempuh pendidikan di Seskoau. Setelah itu mulailah Pak Mulyono berkarir di jalur sipil. Ia diminta Presiden Soeharto untuk masuk ke Pelita Air Service, mulai sebagai penerbang samapai akhirnya menjadi direktur utamanya. Di bawah kepemimpinan Pak Mulyono, pelita mengalami kemajuan yang luar biasa. Dari Pelita, Pak Mulyono diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Direktur Utama Garuda sejak tahun 1992 sampai tahun 1995.

Sumber:Abriyanto, M, dkk. 2004. Menghias Cakrawala Indonesia: Biografi Wage Mulyono. Jakarta: Q-Communication

Perjalanan Hidup Wage Mulyono

20160430_190144-1[1]

Wage Mulyono atau yang lebih dikenal dengan Pak Mulyono adalah seorang Direktur Utama Garuda, sejak tahun 1992 sampai tiba masa pensiunnya pada tahun 1995. Banyak orang yang tidak mengenal dengan sosok Pak Mulyono ini.

Manusia

Manusia di alam dunia ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Begitu pun dengan sosok Pak Mulyono.  Hidup Pak Mulyono kecil sempat berpindah-pindah mengikuti tugas yang diemban oleh ayahnya sebagai penilik jalan. Masa sekolahnya ia tempuh di Wangon dan Gombong, pendidikan sekolah pertamanya sempat tertunda karena adanya agresi militer yang dilancarkan tentara kolonial Belanda. Lulus dari SMP di Gombong, Pak Mulyono masuk ke SMA 8 Yogyakarta. Lulus SMA Pak Mulyono sempat ingin kuliah di FKUI tetapi malah terdampar di Fakultas Ekonominya. Disana, ia kuliah selama 2 tahun sebelum akhirnya masuk ke AURI agar dapat bersekolah gratis. Setelah menjadi penerbang transport di Skuadron 2, kepiawaiannya membawa pesawat transport mengantar Pak Mulyono menjadi penerbang Skuadron 17/VIP/VVIP. Ia dipercaya menjadi pilot kepresidenan dan kemudian juga menjadi Komandan Skuadron 17. Lepas dari sana, Mulyono diangkat menjadi ajudan Presiden Soeharto dan kemudian menempuh pendidikan di Seskoau. Setelah itu mulailah Pak Mulyono berkarir di jalur sipil. Ia diminta Presiden Soeharto untuk masuk ke Pelita Air Service, mulai sebagai penerbang sampai akhirnya menjadi direktur utamanya. Di bawah kepemimpinan Pak Mulyono, Pelita mengalami kemajuan yang luar biasa. Dari pelita, Mulyono diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Direktur Utama Garuda, sejak 1992 samapai tiba masa pensiunnya pada tahun 1995.

Dalam ilmu-ilmu sosial, manusia  terbagi atas beberapa kriteria diantaranya makhluk ekonomi, makhluk sosial, makhluk politik, makhluk budaya dan lain sebagainya.

Pak Mulyono sebagai makhluk ekonomi memiliki pekerjaan sebagai penerbang sampai akhirnya menjadi direktur utama Garuda. Sebagai makhluk sosial, Pak Mulyono merupakan sosok yang mudah beradaptasi di lingkungan sosial. Dilihat ketika Pak Mulyono menapakan karirnya di AURI bahkan ketika menjadi ajudan Presiden Soeharto.

Hakekat Manusia

Makhluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dirasa, wujudnya kongkrit tetapi tidak abadi. Tubuh Pak Mulyono yang dahulu kuat mengemban tugas, sekarang telah hancur dan lenyap tak bersisa. Pada tanggal 30 Januari 2012 jiwa Pak Mulyono lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan. Walaupun tubuhnya sudah tak bersisa tetapi karyanya masih diingat.

Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya.

Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan dan kehendak yang terdapat di dalam jiwa manusia. Pak Mulyono mampu menjadi Direktur Utama Garuda, ia berhasil menciptakan Pelita Air Service Mandiri.

Perasaan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :

  1. Perasaan Intelektual, yaitu perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Perasaan ini tertanam di diri Pak Mulyono, dia rela merantau ke Jakarta untuk kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, dan beliau rela melapaskan kuliahnya demi sekolah gratis di AURI dan jadi penerbang.
  2. Perasaan Estetis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan. Pak Mulyono berhasil sebagai penerbang transport di Skuadron 2, kepiawaiannya menjadikan Pak Mulyono sebagai pilot pesawat kepresidenan.
  3. Perasaan Etis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Pak Mulyono adalah pribadi yang tegas tetapi beliau sangat baik dengan kawan-kawannya. Walaupun ketika itu ada teman Pak Mulyono yang kurang baik tetapi Pak Mulyono masih membantunya.
  4. Perasaan Diri, yaitu perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Persaan ini terlihat ketika Pak Mulyono menjadi pemimpin di Pelita. Ketika ada kru yang ia kenal dekat melakukan kesalahan, Pak Mulyono tak segan-segan mengeluarkan sanksinya.
  5. Perasaan Sosial, yaitu perasaan yang berkenaan dengan kelompok atau korp atau hidup bermasyarakat, ikut merasakan kehidupan orang lain. Persaan ini terlihat ketika Pak Mulyono membantu kawannya ketika usahanya gagal.
  6. Perasaan Religius, yaitu perasaan yang berkenaan dengan agama. Walaupun menjabat sebagai Direktur Ulama Garuda, beliau adalah orang yang alim dan selalu menjalankan perintah agamanya.

Demikian singkat cerita perjalanan hidup dari Wage Mulyono.

Sumber:Abriyanto, M, dkk. 2004. Menghias Cakrawala Indonesia: Biografi Wage Mulyono. Jakarta: Q-Communication

Sang Pelita Yang Menghias Cakrawala Indonesia

20160430_190144-1[1]

Garuda merupakan perusahaan penerbangan milik negara paling tua di Indonesia. Berdiri sejak 26 Januari 1949. Masa kepemimpinan Mulyono sebagai orang nomor satu di Garuda di saat iklim bisnis penerbangan dunia tidak dalam kondisi baik. Setelah dilantik sebagai Direktur Utama Garuda, Mulyono sudah sangat menyadari bahwa dirinya adalah outsider. Di masa Mulyono berdatanganlah sejumlah armada baru, seperti pesawat MD-11, Boeing 747 seri 400, serta Boeing 737 seri 300. Semua kedatangan pesawat tersebut tidak ada yang langsung melibatkan Mulyono di masa kontrak awalnya. Jadi, Mulyono hanya meneruskan kebijakan sebelumnya dengan disesuaikan dengan kebutuhan riil pada saat itu. Pak Mulyono di sini sangat pandai memanfaatkan kedekatannya dengan kepala Negara yang pernah ia kenalnya sejak lama. Ia memanfaatkan kedekatannya tersebut secara positif, sehingga misi yang diembannya di manapun ia berada, menjadi terwarnai dengan positif.

MANUSIA

Lahir di Banyumas, Jawa Tengah pada 17 Juli 1934, hidup Wage Mulyono kecil sempat berpindah-pindah mengikti tugas yang diemban ayahnya sebagai pemilik jalan. Masa sekolah dasarnya ia tempuh di wangon dan Gombong dan pendidikan sekolah menengah pertamanya sempat tertunda karena adanya agresi militer yang dilancarkan tentara colonial Belanda. Lulus dari SMP di Gombong, Mulyono masuk ke SMA di Yogyakarta. Pada masa inilah, guru dan teman-temannya member tambahan nama Wage di depan nama Mulyono. Karena, ada dua siswa yang bernama Mulyono dikelasnya.

Lulus dari SMA, Mulyono sempat ingin kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tapi kemudian malah terdampar di fakultas ekonominya. Di sana, ia kuliah selama dua tahun sebelum akhirnya masuk ke AURI agar dapat bersekolah gratis. Namun, justru di AURI-lah jalan hidupnya seakan menemukan pintu kemajuan.

Setelah menjadi penerbang transport di Skuadron 2, kepiawaiannya membawa pesawat transport mengantar Mulyono menjadi penerbang Skuadron 17/VIP/VVIP. Ia dipercay menjadi pilot kpresidenan dan kemudian juga menjadi Komandan Skuadron 17. Lepas dari sana, Mulyono diangkat menjadi ajudan Presiden Soeharto dan kemudian menempuh pendidikan di Seskoau. Setelah itu mulailah Mulyono berkarir di jalur sipil. Ia diminta Presiden Soeharto untuk masuk ke Pelita Air Service, mulai sebagai penerbang sampai akhirnya menjadi direktur utamanya. Di bawah kepemimpinan Mulyono, Pelita mengalami kemajuan yang luar biasa. Dari pelita, Mulyono diminta oleh Presiden Soeharto untuk menjadi Direktur Utama Garuda, sejak 1992 samapai tiba masa pensiunnya pada tahun 1995.

Kesedihan mendalam yang dirasakan Mulyono, juga kakak dan adiknya, ketika ibu mereka yang tercinta menghembuskan nafas terakhirnya. Tapi, beberapa hari setelah Ibunya wafat, beliau benar-benar merasakan kehilangan dan mencari-cari ibunya. Melihat kejadian itu, mah-mbah mereka juga tak bisa menahan perasaan sedihnya. Akhirnya Mulyono beserta kakak-kakak dan adiknya pun diasuh oleh para mbah mereka, anak-anak itu pun perlahan-lahan dapat melupakan kedudukan yang mereka alami.

Penampilan Wage Mulyono yang jarang bicara, kalem, boleh jadi merupakan modal tersendiri baginya untuk membina keluarganya dengan baik. Tapi, di balik minimnya berbicara dengan istri dan anak-anak, Mulyono sebenernya merupakan sosok ayah yang keras. Saking kerasnya, semasa di AURI, istrinya Sri dilarang mengikuti perkumpulan istri AURI (PIA Ardhya Garini). Padahal, lima tahun pertama perkawinan mereka belum dikaruniai anak. Jadi, Sri lebih banyak tinggal di rumah. Jadi, semenjak menikah (1962) dan lima tahun kemudian dikaruniai dua anak (1967 dan 1969) hingga mereka SMP, Sri lebih banyak disibukkan dengan urusan rumah dan kedua putrinya.

Suatu ketika, di saat seniornya Mulyono menjabat KSAU, Marsekal Ashadi Tjahjadi, istri KSAU berjumpa dengan Sri dan mengajaknya untuk turut aktif dalam PIAArdhya Garani. Nah, dalam suatu kesempatan, setelah usai acara Dharma Wanita, ketika ingin pulang, Sri dijemput oleh Mulyono dan anak-anaknya. Tapi, Mulyono lebih memilih diam. Sejak itu, Sri banyak berbagi waktu pula di luar rumah, seiring dengan pertumbuhan anak-anak memasuki masa remaja. Kemudian, ketika Sri mulai aktif mengajar di lembaga kursus bahasa inggris selama dua tahun (1985-1987), Mulyono juga menyuruh dia untuk berhenti. Boleh jadi, mulyono melihat perkembangan anak-anak yang semakin besar usianya perlu perhatian khusus.Sikap keras Mulyono, menurut Sri, seperti telah ada dalam diri suaminya sejak kecil.

Di mata anak-anak, Mulyono termasuk figure ayah sekaligus kepala rumah tangga yang tegas, keras dan tegar dalam mengarungi setiap kehidupan. Untuk soal pendidikan anak misalnya, Mulyono enggan untuk menunda mengurusnya. Menurut pandangan Sri, figure Mulyono adalah seorang ayah dan suami yang sangat loyal terhadap tugas pekerjaan yang dibebankan di pundaknya, apakah itu di AURI, ajudan presiden, Pelita, hingga di Garuda. Saking loyalnya sikap terhadap dirinya menjadi sangat konservatif. Artinya, Sri melulu hanya diserahi tugas mengurus rumah tangga dan anak-anaknya. Padahal Sri ingin mencari kegiatan lain. Sebab, background keluarga Sri memang memberikan banyak kesempatan bagi dirinyauntuk memiliki pergaulan luas.

HAKEKAT MANUSIA

Setelah Harjono selama delapan tahun memimpin Pelita tiba saatnya terjadi regenerasi kepemimpinan di perusahaan ini. Dan, pada 1 Mei 1978, dengan SK No.190/KPTS/IV/78 serta pertimbangan bahwa pimpinn yang lama telah melampaui usia pension diangkatlah Kolonel (Penerbang) Wage Mulyono selaku Pelaksana Pimpinan Harian Pelita. Setahun kemudian, tepatnya pada 11 Agustus 1979, Mulyono dikukuhkan menjadi Direktur Utama Pelita., berdasarkan SK Direksi Pertamina No.374/KPTS/DP/VII/79 tanggal 20 Juli 1979.

Mulyono pun menerima tongkat estafet kepemimpinan di Pelita dengan sangat hati-hati. Sore harinya, setelah pelantikan, Mulyono langsung mengikuti acara buka puasa bersama dengan para karyawan Pelita. Mulyono berpesan bahwa ihwal pengangkatan dirinya selaku direktur utama di Pelita adalah berkat dorongan dalam segenap aparat di Pelita.

Di tengah lingkungan alam yang indah, Wage mulyono menghabiskan sebagian masa kanaknya. Mulyono kecil dikenal sebagai anak yang amat cerdik menangkap belut dan ikan lele. Menurut Mulyono, ia pada masa itu memamng seperti keranjingan menangkap ikan. di kediaman masa kecilnya banyang pantai yang memang menjadi kawasan rekreasi, apalagi ketika matahari mulai merayap ke peraduannya. Sebuah senja nan indah menghias langitnya.

Hubungan dengan kru penerbang Pak Mul sangat dekat. Menurut kawannya Pak Mul sangat keras. Suatu hari kawannya yang bernama Edy Joewono dipanggil ke rumahnya, dari situ Pak Mul trgas tapi hubungannya sangat manusiawi. Hubungan atasan-bawahan tetap dijaga dengan baik. Yang jelas, Pak Mul itu disiplin kuat, tegas dan cenderung agak pendiam. Tapi kalau lagi moodnya bisa cerita banyak.

Masa kepemimpinan Mulyono sebagai orang nomor satu di Garuda di saat iklim bisnis penerbangan dunia tidak dalam kondisi baik. Setelah dilantik sebagai Direktur Utama Garuda, Mulyono sudah sangat menyadari bahwa dirinya adalah outsider. Di masa Mulyono berdatanganlah sejumlah armada baru, seperti pesawat MD-11, Boeing 747 seri 400, serta Boeing 737 seri 300. Semua kedatangan pesawat tersebut tidak ada yang langsung melibatkan Mulyono di masa kontrak awalnya. Jadi, Mulyono hanya meneruskan kebijakan sebelumnya dengan disesuaikan dengan kebutuhan riil pada saat itu. Pak Mulyono di sini sangat pandai memanfaatkan kedekatannya dengan kepala Negara yang pernah ia kenalnya sejak lama. Ia memanfaatkan kedekatannya tersebut secara positif, sehingga misi yang diembannya di manapun ia berada, menjadi terwarnai dengan positif. Singkatnya, karena Pak Mulyono banyak menyumbangkan tugasnya di bidang kedirgantaraan.

Pak Mul sangat senang berolahraga. Sementara Pak edy tidak. Seperti saat trebang ke Yogya bersamanya. Pak Mul ajak beliau untuk jalan-jalan dan mengingatkannya agar membawa sepatu untuk keliling Yogya.

Hampir dua tahun, Mulyono menekuni pendidikan di Seskoau ketika komandan sekolah ini memanggil dirinya untuk segera memenuhi panggilan kepada Negara yang membutuhkan penerbang di pesawat kepresidenan. Mulanya ada rasa kesal dalam benak Mulyono saat Presiden Soeharto menyuruh dia untuk kembali menerbangkan peswat kepresidenan menuju Yogyakarta.

Masa kepemimpinan Mulyono sebagai orang nomor satu di Garuda di saat iklim bisnis penerbangan dunia tidak dalam kondisi baik. Situasi pasca Perang Teluk yang menjadikan kelesuan dalam bisnis penerbangan dampaknya masih tersisa. Setelah dilantik sebagai Direktur   Utama Garuda. Mulyono sudah sangat menyadari bahwa dirinya adalah outsider. Makanya, Mulyono tidak melakukan perubahan yang drastic. Ia mempelajari dengan sangat hati-hati kebijakan dari kepemimpinan sebelumnya. Ia juga menghitung waktu masanya beradu di Garuda yang hanya tiga tahun.

Masa kepemimpinan Mulyono sebagai orang nomor satu di Garuda di saat iklim bisnis penerbangan dunia tidak dalam kondisi baik. Setelah dilantik sebagai Direktur Utama Garuda, Mulyono sudah sangat menyadari bahwa dirinya adalah outsider. Di masa Mulyono berdatanganlah sejumlah armada baru, seperti pesawat MD-11, Boeing 747 seri 400, serta Boeing 737 seri 300. Semua kedatangan pesawat tersebut tidak ada yang langsung melibatkan Mulyono di masa kontrak awalnya. Jadi, Mulyono hanya meneruskan kebijakan sebelumnya dengan disesuaikan dengan kebutuhan riil pada saat itu. Pak Mulyono di sini sangat pandai memanfaatkan kedekatannya dengan kepala Negara yang pernah ia kenalnya sejak lama. Ia memanfaatkan kedekatannya tersebut secara positif, sehingga misi yang diembannya di manapun ia berada, menjadi terwarnai dengan positif. Singkatnya, karena Pak Mulyono banyak menyumbangkan tugasnya di bidang kedirgantaraan.

Semasa SMA Pak Mul bersama temannya yang bernama Heri Sutoyoso suka bermain bola tangan. Dulu bola tangan itu popular. Karena mereka punya lapangan bola, sehingga bola tangannya lumayan banyak. Nah, di sekolahnya itu ada pohon cemara yang tinggi-tinggi. Itu lichting yang ditanam di sekeliling lapangan. Kalau sedang reuni yang dibacarakan seperti itu.

Pak Mul adalah sosok pria yang alim dan rajin beribadah. Selain itu , hubungan dengan kru penerbang Pak Mul sangat dekat. Kalau dari kawan-kawan yang beliau dengar pak Mul itu keras. Tapi beliau sendiri belum pernah dapat sanksi dari Pak Mul. Hubungan atasan-bawahan tetap dijaga dengan baik.

Melihat beban keluarganya yang begitu berat dari sisi ekonomi, karena keluarga dari orang tua Pak Mul jumlahnya banyak maka Pak Mul banting kemudi untuk bekerja saja. Ia mencoba meredam egonya, tapi sebaliknya berpikir jauh kedepan: bagaimana dapat belajar sekaligus bekerja demi keluarga besarnya sekaligus dirinya.

 KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Komitmen Pak Mul pada korps cukup kuat. Buktinya, saat menjadi Dirut Pelita Air Servece. Mulyono pernah menyumbangkan beberapa pesawat untuk AURI. Pak mulu juga orangnya suka bergurau dan cukup ramah. Tapi Pak Mul yang pendiam, tidak mudah dipengaruhi. Pak Mul mungkin ingin membantu dan membuat temannya mengetahui lebih banyak tentang Pelita, sehingga temannya relative dalam waktu sepuluh tahun saja pindah di sebelas tempat. Dalam rangka kerjasama antara Pelita Air Service dan PT. Travira Utama. Pelita Air Service harus diutamakan. Pak Mul tidak mau mengorbankan kepentingan perusahaan yang dipimpinnya demi untuk hubungan teman. Tidak pandang bulu. Jadi saya mengenai kedua sisi Pak Mul, sisi tegas yang business like dan sosok pribadinya.

PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Di tengah lingkungan alam yang indah itulah Wage Mulyono menghabiskan sebagian masa kanaknya. Ketika kecil, Pak Mul paling senang mencari ikan dengan menggunakan sambar, yang terbuat dari anyaman bambu. Sambar itu seperti jala. Kalau alat ini dipakai, ikan yang kena besarnya rata. Dan di kalangan teman-temannya, Mulyono kecil dikenal sebagai anak yang amat cerdik menangkap belutdan ikan lele. Menurut Mulyono, ia pada masa itu memang seperti keranjingan menangkap ikan.

Meskipun masa kecil dihabiskan di Gombong, Mulyono sebenernya lahir di Banyumas, yang pada zaman Belanda itu merupakan sebuah keresidenan. Kini, setelah Indonesia merdeka, Banyumas menjadi sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Kelak, beberapa ratus tahun kemudian, Banyumas memiliki karakter budaya yang khas, yang dikenal dengan istilah budaya banyumasan. Kekhasan ini sedikit-banyaknya dipengaruhi oleh letak geografisnya, yang berbatasan dengan wilayah berbudaya Sunda dan berada di tepi Jawa Tengah yang penduduknya berbahasa Jawa. Itulah sebabnya bahasa Jawa Banyumas juga menjadi khas, berbeda dengan bahasa yang dipergunakan dipergunakan penduduk Jawa Tengah di wilayah lain.

Pada masa pergerakan mengusir penjajah Belanda, sebagian besar warga Banyumas juga dikenal sebagai patriot pembela bangsa. Mereka dengan gigih mengusir penjajah dengan senjata seadanya. Tak mengherankan jika dari kabupaten ini kemudian lahir perwira-perwira militer dan kepolisian pahlawan Tanah Air. Warga Banyumas juga terkenal menyukai dunia pendidikan.

UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

Pak Mul adalah sosok yang alim dan rajin beribadah. Kakekny pun seorang pemuka agama Islam. Beliau termasuk orang yang suka membantu kawannya apabila menghadapi masalah. Di dalam pekerjaannya Pak Mul tidak membedakan antara atasan dan bawahan. Pak Mulyono di sini sangat pandai memanfaatkan kedekatannya dengan kepala Negara yang pernah ia kenalnya sejak lama. Ia memanfaatkan kedekatannya tersebut secara positif, sehingga misi yang diembannya di manapun ia berada, menjadi terwarnai dengan positif. Singkatnya, karena Pak Mulyono banyak menyumbangkan tugasnya di bidang kedirgantaraan. Kakek Mulyono bekerja sebagai lurah di Banyumas, namanya Penatus. Jadi Mbah Penatus itu sama profesinya dengan Mbah Glondong. Menurut Mulyono, hidup Mbah Penatus lebih baik daripada Mbah Glondong, yang berlatar belakang sebagai seorang seniman sekaligus pemuka agama Islam di daerahnya. Di Banyumas untuk menangkap ikan menggunakan sambar. Sambar itu seperti jala. Kalau alat ini dipakai, ikan yang kena besarnya rata. Banyumas memiliki karakter budaya yang khas, yang dikenal dengan istilah budaya banyumasan. Kekhasan ini sedikit-banyaknya dipengaruhi oleh letak geografisnya, yang berbatasan dengan wilayah berbudaya Sunda dan berada di tepi Jawa Tengah yang penduduknya berbahasa Jawa. Itulah sebabnya bahasa Jawa Banyumas juga menjadi khas, berbeda dengan bahasa yang dipergunakan dipergunakan penduduk Jawa Tengah di wilayah lain. Kini, setelah Indonesia merdeka, Banyumas menjadi sebuah kabupaten di Jawa Tengah. Kelak, beberapa ratus tahun kemudian, Banyumas memiliki karakter budaya yang khas, yang dikenal dengan istilah budaya banyumasan.

WUJUD KEBUDAYAAN

Penampilan Wage Mulyono yang jarang bicara, kalem, boleh jadi merupakan modal tersendiri untuk membina keluarganya dengan baik. Sikap keras Mulyono, seperti telah ada dalam diri suaminya sejak kecil. Barangkali sikap keras tersebut sudah ada pengaruhnya ketika beliau semasa kecil ditinggal oleh ibunya. Karena pendidikan di mata beliau adalah nomor satu jadi, kalau soal pendidikan untuk sang anak juga harus dinomor satukan.

Selain itu dimasa kecilnya bapak Mulyono ini ingin anak-anak sekolahnya maju. Mereka berkumpul ketika liburan saja. Didikan itulah yang menjadikan Pak Mul menjadi seorang Pelita.

ORIENTASI NILAI BUDAYA

Dengan sikap yang sangat tegas dan pendiam, kalau memerintahkan sesuatu sangat berhati-hati untuk memberikan isinya. Beliau juga termasuk galak tapi, di luar tugas, beliau biasa-biasa saja. Mungkin sikap ini dilakukan untuk menjaga image beliau.

PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Ketika di Garuda, Pak Mul memasuki masa berat yang dialaminya karena periode sebelumnya telah memesan pesawat dalam jumlah yang cukup banyak. Artinya, di masa kepemimpinan Pak Mulyono, gilirannya untuk membayar cicilan hutang pembelian pesawat tersebut yang sudah mulai jatuh tempo. Dengan bantuan sindikasi bank international Pak Mulyono beserta jajarannya dapat membiayai hutang tersebut.

Di era inilah Pak Mulyono melakukan perubahan wujud usaha Garuda yang semula marketing oriented dengan membutuhkan banyak biaya promosi menjadi lebih efisien untuk mengerem pengeluaran.

KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

Ayah dan Ibu Mulyono memiliki pandangan jauh ke depan terhadap anak-anaknya, terutama yang berhubungan dengan pendidikan anak-anaknya. Kedua orang tuanya bertekad menyekolahkan anak-anaknya setinggi mungkin. Mereka pun ingin anak-anaknya mengeyam pendidikan yang lebih baik. Demi meraih pendidikan yang dianggap bermutu oleh kedua orang tuanya, Mulyono dan saudara-saudaranya memang rela berpisah, bahkan sejak kecil mereka hanya bertemu saat liburan panjang. Dengan tekad orang tua yang keras menjadikan Mulyono penerbang AURI. Tekad dari orangtua yang keras dalam pendidikan anak inilah yang ditanamkan Mulyono dalam mendidik anak-anaknya.

Sumber: Abriyanto, M, dkk. 2004. Menghias Cakrawala Indonesia: Biografi Wage Mulyono. Jakarta: Q-Communication

Ali Sadikin “Sang Modernisasi Pembangunan”

ali sadikin

Letnan Jendral TNI KKO AL (Purn) H Ali Sadikin (Bang Ali) lahir di Sumedang, 7 Juli 1927 adalah seorang gubernur yang sangat berjasa dalam mengembangkan Jakarta menjadi sebuah kota metropolitan yang modern. Ia menjabat sebagai gubernur sejak tahun 1966 sampai tahun 1977.

soekarno-ali-sadikin-131220c

Pada Kamis pagi, 14 Agustus 2003 di Istana Negara dilaksanakan Penyematan Bintang Penghargaan. Tahun 1966, ia berdiri di depan Presiden Soekarno dalam upacara pelantikan Gubernur Jakarta. Dalam upacara yang khidmat selama 20 menit untuk menerima Bintang Mahaputra Adipradana. Istana Negara adalah tempat yang tidak pernah diinjaknya setelah ia dijuluki oleh para pemimpin Orde Baru sebagai pembangkang. Ia datang ke Istana Negara bersama istrinya, Linda Mangaan dan putra bungsunya, Yasser Umarsyah. Bang Ali, demikian ia akrab disapa, tidak menyangka mendapat tanda kehormatan Bintang Mahaputra Adipradana. Ia mendapat informasi bahwa ia dinilai patut menjadi tokoh symbol bagai pembinaan budaya dan pariwisata.

Di usia 39 tahun tatkala ia diberikan amanah usai menunaikan tugasnya sebagai Menteri Perhubungan Laut sekaligus Menteri Koordinator dalam urusan-urusan Maritim, serta Wakil Menteri diperbantukan pada Menteri Pembangunan Perekonomian dan Keuangan. Menurut Bung Karno, Ali Sadikin itu orangnya keras. Sikap demikian dianggapnya cocok untuk menata, membenahi dan mengurus kota yang demikian terpuruknya. Jakarta di masa awal gubernur asal Sumedang ini serba semrawut dari semua aspeknya dan memerlukan kedisiplinan. Ternyata pilihan Soekarno tidak salah. Jendral Angkatan Laut ini mampu menyulap Jakarta dari sekedar pusat pemerintahan menjadi pusat perdagangan sekaligus industry. Tetapi 10 tahun kemudian, dari tahun 1966 hingga 1977, Jakarta sudah ibarat gadis yang tengah berdandan. Ketika itu tumbuh puluhan bangunan bertingkat, pemukiman rumah mewah, jalan-jalan licin dan pohon-pohon pelindung dan gerakan penghijauan dari masyarakat. Proyek MHT, Kesenian, Budaya, Gelanggang Remaja, Puskesmas, Sekolah, Rumah Sakit dan lain-lain juga sarana, prasarana dan infrastruktur listrik, air dan semacamnya. Ia juga termasuk salah seorang penggagas pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, Pendiri Taman Ismail Marzuki, Taman Impian Jaya Ancol, Pekan Raya Jakarta, Gelanggang Mahasiswa, Gelanggang Remaja, Pusat Perfilman Usmar Ismailserta berbagai bangunan bersejarah sepeti Museum Fatahillah, Museum Tekstil, Museum Keramik, Museum wayang serta mengembalikan fungsi gedung-gedung bersejarah, seperti Gedung Juang 1945 dan Gedung Sumpah Pemuda. Kendati demikian diakui oleh gubernur legendaris ini untuk menata semua itu muncul sikap pro kontra dari masyarakat Jakarta.

Sikap keras orang Sumedang, Jawa Barat ini bukan hanya ditujukan kepada aparatnya yang tidak berdisiplin. Ketika memimpin Jakarta selama 11 tahun, ia juga dikenal kuat mempertahankan prinsip. Ia membuat gebrakan dengan melegalisasi perjudian. Untuk mengisi pundi anggaran daerah. Ali juga nekat mengizinkan bar dan panti pijat. Yang penting baginya, ada dana untuk membuat mulus jalan-jalan di seluruh Jakarta. Wataknya yang keras masih tergambar pada kerutan-kerutan wajah Ali sadikin. Kondisi fisiknya mulai lemah. Pendengarannya pun mulai menurun. Bahkan ia perlu memakai alat bantu dengar di telinga. Yang tidak pernah surut adalah semangatnya. Apalagi bila berbicara tentang Jakarta. Dia tak lelah menjelaskan dengan runtut dan detail berbagai program yang dijalankannya selama dua periode menjabat Gubernur Jakarta. Sebagai gubernur Jakarta waktu itu, Bang Ali juga memperhatikan kehidupan para artis yang telah lanjut usia di kota Jakarta yang pada wakti itu banyak bermukim di daerah tangki, sehingga wilayah tersebut diberi nama Tangkiwood. Di bawah pimpinan Bang Ali, kota Jakrta sering dijadikan tuan rumah untuk penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON). Tak hanya itu, kontingen DKI Jakarta juga sering menjadi juara umum.

Pada akhir masa jabatannya tahun 1977, ia meninggalkan uang di kas daerah sebesar Rp 89,5 miliar. Juga jalan-jalan yang mulus, penambahan ratusan pendidikan dan kesehatan, terminal bus dan pasar. Bang Ali juga mewariskan sejumlah bangunan penting seperti Taman Ismail Mrzuki bagi para seniman, dan gelanggang mahasiswa di daerah Kuningan. Ketika disinggung ia memiliki andil dalam pembangunan Taman Mini Indonesia Indah, Ali sadikin meluruskan bahwa Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berdiri karena gagasannya bersama Ny Tien Soeharto. Sementara kawasan Ancol berasal dari gagasan Bung Karno, orang yang sangat dihormati dan disayangi. Taman Ismail Marzuki berdiri untuk mengenang Ismail Marzuki yang merupakn seniman dan pahlawan. Kebun binatang adalah salah satu tempat konsentrasi pariwisata.

Ketika Kota Jakarta genap berusia 475 tahun, tepatnya pada 22 Juni lalu, sebagian besar gedung itu telantar atau berubah fungsi. Sebagian areal gelanggang mahasiswa tersebut disulap menjadi pertokoan. Harapan untuk menjadikan Pusat Perfilman Usmar Ismail sebagai Hollywood-nya Indonesia pun tak terwujud.

Dulu Bang ali menjabat Gubernur DKI Jakrta sampai dua periode (1966-1977). Satu tahun pertama digunakan untuk menentukan dasar-dasar pembangunan. Baru pada tahun kedua bisa menjalankan visi, misi, dan program yang telah dibuat. Kebetulan pada saat itu dirinya tidak terbawa intensitas politik nasional, jadi bisa konsentrasi pada program. Tokoh-tokoh politik nasional sendiri saat itu perhatiannya sibuk menjatuhkan Soekarno dari kursi presiden.

Sejak tahun 1959 hingga 1977, Ali Sadikin memegang beberapa jabatan seperti Deputi Kepala Staf Angkatan Laut, Menteri Perhubungan Laut Kabinet Kerja, Menteri Koordinator Kompartemen Maritim/Menteri Perhubungan Laut Kabinet Dwikora dan Kabinet Dwikora yang disempurnakan dan terakhir Gubernur Jakarta selama 11 tahun. Setelah tahun1977 namanya menjadi popular karena menjadi tokoh Petisi 50 yang menentang secar terbuka pemerintahan rezim Soeharto. Ia dicekali tetapi tidak pernah dipenjara atau diajukan ke pengadilan.

Dalam buku “Apa Siapa” terbitan Majlah Tempo, Ali Sadikin dipandang berjasa ketika memimpin ibukota Negara tersebut. “Ali Sadikin telah meletakkan dasar tertib pemerintahanyang sebelumnya tidak ada.” Demikian tulis majalah Tempo.

Selama empat tahun terakhir, ia tidak banyak melakukan kegiatan fisik. Kegiatan terakhir yang banyak dilakukan adalah mengkliping Koran dan menggarisi kalimat-kalimat di artikel Koran dengan stabilo.

ali_sadikin_inilah.com

Tepat pada hari Selasa, 20 Mei 2008, di usia 80 tahun, Bang Ali menghembuskan nafas terakhir di di Rumah Sakit Gleneagles di Singapura. Ali Sadikin meninggal setelah sebulan dirawat di Singapura dan meninggal karena berbagai komplikasi penyakit yang dideritanya. Bang Ali meninggalkan seorang istri yang merupakan istri kedua yang beliau nikahi setelah kepergian Mpok Nani yang terlebih dahulu, dan lima orang anak. Jenazah Bang Ali dimakamkan dengan upacara militer di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Rabu (20/5) pukul 13.00 WIB.

 

Sumber:

http://www.tokohindonesia.com/biografi/article/285-ensiklopedi/620-paling-berjasa-membangun-jakarta

http://profil.merdeka.com/indonesia/a/ali-sadikin/

http://www.bbc.co.uk/indonesian/news/story/2008/05/080520_alisadikin.shtml

https://metro.tempo.co/read/news/2008/05/21/057123412/ali-sadikin-dimakamkan-secara-militer

 

 

Masyarakat Kota & Masyarakat Desa

A. Plus minus masyarakat kota & masyarakat desa dalam kehidupan masyarakat

Menurut saya plus minusnya yaitu masyarakat desa sangat menjunjung tinggi sikap kekeluargaan dan gotong royong antar sesama, sedangkan masyarakat kota lebih individualisme.

B. Solusi terbaik bagi masyarakat desa agar tidak melakukan urbanisasi ke kota yang dapat menyebabkan penduduk masyarakat kota menjadi bertambah banyak

Solusinya menurut saya dengan memperbanyak lapangan pekerjaan di pedesaan, sehingga masyarakat desa memilih hidup di desa ketimbang harus ke kota.

Agama & Masyarakat

A. Pengertian Agama & Masyarakat

Agama adalah sistem kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sedangkan masyarakat adalah sekumpulan individu yang terdiri dari beberapa kelompok yang menetap di dalam suatu wilayah.

B. Kerukunan Umat Beragama di Negara Indonesia

Menurut saya umat beragama di Indonesia sangat memegang tinggi nilai toleransi, tidak memaksakan seseorang untuk memeluk agama tertentu, dan mematuhi peraturan dalam agamanya maupun peraturan negara

Ilmu Pengetahuan, Teknologi & Kemiskinan

A. Pengertian Ilmu Pengetahuan, Teknologi & Kemiskinan

Ilmu pengetahuan adalah suatu proses pemikiran yang rasional, sistematik, logik dan konsisten.
Teknologi adalah pengembangan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya.
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat berlindung, pendidikan dan kesehatan.

B. Menyikapi Dampak Teknologi

1. Gunakan semaksimal mungkin untuk mencari informasi yang menunjang pengetahuan
2. Jangan memberikan data diri dengan mudah
3. Jangan percaya begitu saja dengan informasi yang di dapat
4. Sebaiknya jejaring sosial digunakan untuk mempererat silahturahmi

C. Efek Negatif Teknologi

1. Kemerosotan moral di masyarakat
2. Pola interaksi yang berubah dengan bantuan gadget
3. Kenakalan dan tindakan di kalangan remaja semakin meningkat
4. Sifat konsumtif
5. Siswa jadi malas belajar karena adanya jejaring sosial